Senin, 04 Februari 2013

Seni Terapan Nusantara (dari daerah Muna, Sulawesi Tenggara)


BAJU ADAT MUNA (WANITA)
Asal daerah: Sulawesi Tenggara
Bahan : kapas, telur ikan terbang, dan manik-manik.
Teknik Pembuatan: telur ikan terbang dipintal menjadi benang dan ditenun kain. Kain putih terbuat dari kapas. Kapas itu dipintal menjadi benang, benangnya ditenun dan akhirnya menjadi kain. Pembuatan baju dibuat secara tradisional/manual dengan menggunakan tangan.
Keunikan:  baju ini unik karena menggunakan bahan dasar yang tidak biasa, yaitu telur ikan terbang. Sarung baju adat ini ada dua lapis, yang pertama sarung adat muna dan sarung putih polos, sarung putih polos ini melambangkan tentang kesucian wanita.







GAMBUS MUNA
Asal daerah: sulawesi tenggara
Bahan :batang pohon angsana atau nibung, kulit biawak, senar
Teknik pembuatan: Gambus dibuat dari batang pohon dari jenis yang ringan seperti angsana (pterocarpus indicus) atau nibung (oncosperma tigillaria) yang dipilih. Pohon yang sudah ditebang, kemudian dipotong menurut ukuran yang telah tentukan. Selanjutnya pohon itu dilubangi di bagian tengahnya sehingga terbentuk seperti lubang yang dalam. Bagian ini dikenal sebagai bakal.
Bakal diperhalus dengan menggunakan kertas pasir (amplas), sehingga terlihat bersih dan halus. Setelah itu, bakal tersebut diolesi dengan minyak kelapa agar mengkilat. Setelah diolesi, bakal kemudian dijemur. Proses ini dilakukan berulang-ulang sehingga benar-benar kering dan mengkilat seperti yang diinginkan oleh pembuat gambus. Bagian yang berlubang ditutupi dengan kulit binatang. Kulit yang digunakan adalah kulit biawak (varannus rudicollis), ular atau kulit ikan pari. Sebelum kulit binatang dilekatkan, kulit tersebut terlebih dahulu direndam untuk beberapa hari. Tujuannya untuk melunakkan dan memudahkan ketika dipaku. Kulit yang sudah direndam dipaku pada bakal menggunakan paku laduh
Langkah seterusnya ialah memasang penyiput. Penyiput adalah tanduk yang ditancapkan di bagian pangkal-atas gambus. Pada sebuah gambus, terdapat empat buah penyiput yang berfungsi untuk menyamakan dan menegangkan senar gambus. Kemudian, senar dipasang dengan cara mengikat hujungnya pada bagian pangkal-atas dan menariknya ke bagian ujung-bawah gambus. Senar tersebut kemudian dipaku. Proses ini terus diulangi hingga semua senar terpasang. Untuk memudahkan pemain memetik senar gambus, sebuah tanduk kerbau digunakan sebagai penyendal atau lebih dikenal sebagai kuda-kuda gambus.
Setelah selesai meletakkan penyendal, pemain gambus dapat memainkannya. Memainkan gambus juga memerlukan cara dan tekniknya. Pemain dapat menggunakan jari atau menggunakan pementing. Biasanya pemain lebih suka memetik gambus dengan menggunakan pementing karena mereka dapat memainkan alat musik tersebut dalam waktu yang agak lama.
Keunikan: meskipun saya tidak suka mendengarkkan gambus, tapi gambus mempunyai kenuikan sendiri terhadap orang-orang yang menyukainya, biasanya mereka dapat bermain hingga berjam-jam. Biasanya gambus dimainkan bersama dengan pukulan botol kaca.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar